TMMD Ajarkan Masyarakat Kelola Sampah secara Arif dan bijaksana

TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) merupakan salah satu program TNI –AD yang mempunyai manfaat multiguna yaitu pembangunan fisik dan non fisik. Untuk TMMD Sengkuyung Tahap II di Kodim 0707/Wonosobo bertempat di Desa Pungangan Mojotengah. Selain pembangunan fisik yang dikerjakan seperti membangun jalan, gorong gorong, bedah rumah. Sedangkan untuk non fisik meliputi penyuluhan dengan berbagai macam materi. Untuk hari ini materi yang disuguhkan tentang Pengolahan Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup, Sanitasi Lingkungan dan pola hidup sehat dari Dinas kesehatan dan Wajib Belajar 12 tahun dari Dinas Pendidikan. (22/7)

Oman Yanto dari Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa TPA Wonosobo saat ini kondisinya sudah over kapasitas. Ini disebabkan karena ada kesalahan yang terhadi diwilayah yaitu semua sampah dari Desa – desa langsung dibuang ke TPA. Padahal dari sampah tersebut seharusnya dipisah terlebih dahulu. Mana sampah yang bisa kita manfaatkan kembali. Jadi yang dibuang ke TPA itu benar – benar sampah yang tidak bisa digunakan lagi seperti bekas lampu, barang elektronik dan sebagainya. Jika itu diterpakan maka sampah yang dibuang ke TPA itu hanya sekitar 40 % saja.

Lebih lanjut disampaikan tujuan dari pengelolaan sampah adalah untuk mewujudkan terbentuknya desa mandiri dalam pengelolaan sampah; Mengedukasi dan mensosialisasikan pengolahan sampah di desa; Mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis (pemanfaatan sampah) ; Menumbuhkan ekonomi pengelolaan sampah di pedesaan (Circular Economy); Tidak menjadikannya TPA menjadi tempat pembuangan akhir sampah.

Jika sampah dikelola secara baik banyak manfaat yang bisa diperoleh seperti menciptakan lapangan pekerjaan, menambah nilai ekonomi keluarga, TPA tidak cepat penuh dan masih banyak lagi manfaat yang diperoleh. Dan yang terpenting adalah lingkungan menjadi bersih, jika lingkungan bersih maka masyarakat menjadi lebih sehat. Untuk itu harapan dari penyuluh diharapan semua masyarakat bisa mengelola sampah dilingkungan rumah tangga masing – masing. Kita mulai dari lingkungan sendiri baru merambah ke yang lain.

Amin Witdarto dari Dinas kesehatan menyampaikan tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, ini penting dilakukan karena saat ini masih ditemukan masyarakat yang BAB secara sembarangan. Apalagi di Kleyeng ini banyak ditemukan sungai dan kolam. Kebiasaan nenek moyang masih dipertahankan yaitu BAB diatas kolam atau salurannya dibuang ke kolam. Ini merupakan salah satu sumber terjadinya pencemaran air dan penularan penyakit. Untuk itu sudah saatnya kita semua menerapkan 5 pilar STBM yaitu tidak buang air sembarang, selalu cuci tangan pakai sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga; Pengamanan Sampah Rumah Tangga; dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.

Untuk itu kami mengharapkan 5 pilar STBM itu disampaikan ke masyarakat secara terus menerus, sebab merubah perilaku masyarakat yang telah membudaya dibutuhkan waktu yang tidak sedikit. Membutuhkan kesabaran, biasanya banyak yang menentang. Akan tetapi kita sebagai tokoh masyarakat harus selalu berupaya agar masyarakat bisa hidup sehat.

Sementara dari Dinas Pendidikan yang disampaikan oleh Kemiyo tentang pendidikan saat di masa pandemic covis-19 ini karena Wonosobo belum zona hijau maka intruksi dari atas lembaga pendidikan belum diperbolehkan adanya pelajaran secara tatap muka. Saat ini pelajaran dilakukan secara virtual baik melalui HP, leptop atau yang lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut maka sebagai tokoh masyarakat agar diberikan pemahaman kepada para orang tua untuk selalu mendampingi anak – anak dalam belajar. Itu merupakan hal yang baru, mari bersama – sama kita belajar dengan cara yang berbeda dari biasanya. Peran orang tua sangat penting dalam hal ini. Anak tidak boleh dibiarkan begitu saja. Internet bagi anak – anak ibarat pisau bermata dua, sementara anak – anak belum bisa membedakan mana yang baik dan benar. Itulah tugas orang tua. Agar bisa mengarahkan anak menggunakan internet dengan baik dan menghasilkan sesuai harapan kita bersama.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *