Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Kabupaten Kulon Progo

Kulon Progo.  Senin, 20 Mei 2019, pukul 07.55-08.45 WIB, bertempat di Halaman Pemda Kulon Progo, telah dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-111 Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019, dengan tema “Bangkit Untuk Bersatu”.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara : dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) (Bupati Kulon Progo), Komandan Upacara : Kapten Lek Budiyanta dan Perwira Upacara : Kapten Lek Bambang Suryo Nugroho dari Sat Radar 215/ Congot.  Pasukan Upacara Harkitnas Tahun 2019 adalah Personel Kodim 0731/Kulon Prog, Satradar 215/ Congot, Polres Kulon Progo, Satpol PP Kulon Progo, ASN Pemda Kulon Progo, Gabungan Ormas Kepemudaan Kulon Progo, Pelajar SLTA, SLTP dan Pramuka.

Selain Bupati Kulon Progo hadir pula Drs. H. Sutedjo (Wakil Bupati Kulon Progo), Akhid Nuryati, SE (Ketua DPRD Kulon Progo), Ir. Astungkoro, M.Hum (Sekda Kulon Progo), Mayor Lek Kunto Wibisono (Dan Sat Radar 215/ Congot), Kompol Dedi Surya Darma, SH., SIK., MM (Waka Polres Kulon Progo), Kapten Czi Purnama (Pasi Pers Kodim 0731/ Klp), Iptu Teguh (Yon Brimob Sentolo), Dikan Fadil Nugraha, SH (Jaksa Fungsional Kejari Kulon Progo), Sulistyo, SH (Sekretaris Pengadilan Negeri Wates Kulon Progo) dan Seluruh Kepala OPD Kabupaten Kulon Progo.

Sambutan Menkominfo RI yang dibacakan Inspiktur Upacara antara lain berisi : Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.  Kita mengaspirasikan pilihan yang  berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana Bulan Ramadhan.  Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun  kita  untuk  mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah.

Sebagaimana diserukan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada pidato di Depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 lalu, dari tanah Minang  kita diimbau dengan  petuah  ‘Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang’. Kita juga diwarisi pepatah Sunda yang berbunyi ‘Sacangreud pageuh, sagolek pangkek’. Dari Bumi Anging Mamiri, kita bersama-sama belajar  ‘Reso temma-ngingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata’. Dari Bumi Gora, kita diminta : ‘Bareng bejukung, bareng bebose’. Dari Banua Banjar kita bersama-sama  menjunjung  ‘Waja sampai kaputing’. Semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong.

Dengan  bertumpu pada  kekuatan jumlah sumber daya manusia dan  populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti  Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan  tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai  30 tahun mendatang.  Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita  harus  jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan.

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-111 Tingkat Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019, berlangsung dengan tertib dan aman.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *