Masih Suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Milisi Kembali Serahkan Diri di Kongo

(Puspen TNI). Masih dalam suasana hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76 Tahun, Satgas Garuda Batalyon Gerak Cepat (BGC) XXXIX-C/MONUSCO meyakinkan para milisi untuk menyerahkan diri, di Walungu, Kongo, Jumat (20/8/2021).
Milisi ini merupakan kelompok dari RM Bralima pimpinan General Bralima Kelele (40 Th) dengan anggota 15 orang, terdiri dari 13 laki-laki dan 2 perempuan, memiliki 4 pucuk senjata AK 47, 4 buah magazen, 101 butir amunisi , 3 buah jimat, 1 buah dokumen, 4 buah parang, dan 1 buah tombak.
Adapun kronologi penyerahan milisi berawal dari laporan Disarmament Demobilization Reintegration (DDR/RR) yang diterima Pasi Intel, kemudian laporan kepada Komandan Satgas BGC Kolonel Inf Sandi Kamidianto dan selanjutnya membentuk tim penjemputan milisi atau tim Long Range Patrol (LRP) yang dipimpin oleh Komandan Kompi A Mayor Inf Ahmad Ridho beserta 36 personel, Language Asistant (LA) dan DDR/RR menuju lokasi di Desa Luhago yang berjarak 37 KM dari Walungu.
Setelah melakukan koordinasi dan pendataan yang mendalam dengan para milisi yang dihadiri pula oleh Angkatan Bersenjata DRC (FARDC), LA, Lokal Otoritas, serta DDR/RR, kemudian para milisi bersedia menyerahkan diri.
Keberhasilan itu tak lepas dari dilaksanakannya kegiatan Civil Military Coordination (Cimic) komunikasi masyarakat terpadu di desa-desa, sehingga dapat meyakinkan keberadaan Satgas Garuda BGC XXXIX-C/MONUSCO dibawah United Nations (UN) dalam rangka melaksanakan tugas sesuai dengan mandat PBB yakni Protection of Civilian (POC).
“Selanjutnya para milisi dan senjata yang telah diserahkan kepada personel Satgas Garuda BGC XXXIX-C/MONUSCO, diserahkan kembali kepada staf MONUSCO dalam hal ini Disarmament Demobilization Reintegration (DDR), untuk dilaksanakan proses lebih lanjut sesuai ketentuan UN yang berlaku”, ungkap Komandan Satgas
Diharapkan dengan milisi menyerahkan diri beserta persenjataannya dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat baik saat ini maupun ke depannya, sehingga misi menciptakan perdamaian tanpa adanya kekerasan dan kontak senjata, dapat terwujud di Bumi Afrika.
Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *