Dandim Bersama Kapolres Semprotkan Disinfektan di Vihara Mendut

Komandan Kodim 0705/Magelang Letnan Kolonel Czi Anto Indriyanto, S.Sos bersama Kapolres Magelang AKBP Pungky Bhuana Santosa turun dalam aksi penyemprotan disinfektan secara serentak dan masif di Komplek Candi Mendut Magelang, Selasa (31/3).

Penyemprotan yang diikuti oleh aparat TNI, Polri, BPBD, Damkar dan relawan dimulai di sekitar pasar dan Terminal Salaman. Kendaraan water canon milik Polres Magelang, Kendaraan OZ Denpal dan Pemadam Kebakaran berkolaborasi dengan alat semprot manual yang diawaki oleh personel TNI Kodim 0705/Magelang dan Polres Magelang.

Selain di Salaman, penyemprotan untuk mencegah meluasnya virus corona juga dilaksanakan di Candi Mendut dan Komplek Vihara yang ada di samping candi. Dalam aksi ini, Dandim dan Kapolres terjun langsung mengoperasionalkan hand spayer, menyemprot di lingkungan vihara.

Sedangkan personel lainnya melaksanakan penyemprotan di seputaran Candi Mendut. Ikut pula dalam kegiatan tersebut Muspika Mungkid beserta dengan jajarannya.

Sebelum penyemprotan ini terlebih dulu dilaksanakan apel gerakan serentak dan masif penyemprotan disinfektan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang digelar di halaman Polres Magelang.

Apel diikuti lintas sektoral, diantaranya jajaran Polda Jateng, BPBD Kabupaten Magelang, Kodim 0705/Magelang, Damkar dan unsur lainnya.

Kapolres Magelang, AKBP Pungky Bhuana Santoso, memimpin apel tersebut. Dengan formasi peserta apel mengambil jarak satu meter sebagai bentuk phsyical distancing.

Kapolres Pungky menyampaikan, tidak ada yang tahu bentuk virus corona, tapi kita fokus pada tujuan, agar keringat tidak jatuh dengan sia sia.

“Mematikan virus dengan disinfektan atau mati sendiri. Penyebaran virus kontak dengan manusia dan manusia dengan lingkungan yang tidak steril , Manusia akan kontak dengan lingkungannya, nah inilah yang akan kita semprot,” ucap Pungky.

Di samping itu, semprotan diarahkan ke benda atau tempat. Sudah ada 200-an Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam kegiatan ini. “Kekuatan kita tidak mampu semprot keseluruhan karena target hari ini 1.000 titik, tetapi ajak masyarakat untuk menyemprot dengan alat pelindung diri, masker kain juga bisa,” ajak Pungky.

Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Jateng, Kombespol Budi Yuwono menyampaikan, hukum tertinggi adalah keselamatan rakyat, hari ini penyemprotan serentak. Situasi terburuk akan ditingkatkan menjadi karantina wilayah.

“Pemerintah siapkan perangkat lunak undang-undang. Sedangkan aparat menjadi ujung tombak, meskipun kita tidak mengharapkan hal itu terjadi. Semoga pandemi ini segera berakhir,” harapnya.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *