Aparat TNI Polri Dan BPBD Harus Selalu Siap Dan Siaga Menghadapi Bencana Alam

Apel sumberdaya penanggulangan bencana dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana tingkat Kabupaten Magelang dilaksanakan di Halaman Kantor BPBD Jalan Sukarno – Hata Kabupaten Magelang dengan pengambil Apel wakil Bupati Magelang Edy Cahyana, SE, dan di ikuti satu satuan setingkat pleton (1 SST) Pasukan dari Kodim 0705/Magelang, 1SST Dalmas Polres Magelang, 1SST Anggota BPBD Kabupaten Megelang serta 1SST Relawan Tagana. Jum’at (13/03)
Hadir juga dalam apel tersbut Kasdim 0705/Mgl Mayor Inf Sudarno, Kadishub Kab Magelang Imam Basori, Kabagops Polreskab Magelang AKP Maryadi, Perwakilan dari Pengadilan Negeri Kabupaten Magelang, Kalaks BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto, Kepala Satpol PP Kabupaten Magelang Wisnu Harjanto S.Sos, Kabag Tapem Nanda Cahyadi Pribadi, M.Si.
Dalam amanatnya Wakil Bupati menyampaikan musim penghujan merupakan fenomena alam yang tidak bisa dielakkan sebagai sebuah variasi normal dari cuaca yang perlu kita pahami dan kita ikuti terus perkembangannya.
Edi Cahyana juga menyampaikan ada beberapa kejadian bencana yang baru-baru ini yang perlu mendapatkan perhatian antara lain banjir bandang dan tanah longsor di Desa Salamkanci Kecamatan Bandongan yang berdampak 12 rumah dan menutup akses jalan, selain itu rumah rusak berat atau roboh terdampak longsor dan mengancam 38 rumah lainnya. Sehingga 57 kk /170 jiwa mengungsi.
Berikutnya tanah longsor (tanah bergerak) di Dusun Kranjanglor, Desa Sidosari Kecamatan Salaman, tanah longsor di Dusun Kemloko, Desa Kenalan Kecamatan Borobudur.
“Menyikapi bencana alam yang telah terjadi di wilayah Kabupaten Magelang dan terjadi dalam rentan waktu yang tidak lama maka maka kita selaku aparat pemerintahan harus bisa mengambil langkah yang cepat untuk dapat memberi bantuan pada masarakat” kata Wabup Magelang.
Wabub juga menambahkan apabila terjadi bencana alam BPBD dengan dukungan TNI – Polri bersama relawan segera membentuk pos lapangan untuk mencukupi logistik yang diperlukan dan dibutuhkan di lokasi bencana, melaksanakan upaya-upaya pemulihan fisik maupun dampak bencana, menerbitkan surat pernyataan darurat bencana sesuai dengan kondisi dan waktu penanganan darurat bencana serta Melaporkan hasil penanganan darurat bencana kepada Bupati sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku” imbuh Edy
Selesai apel, acara dilanjutkan dengan pengecekan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh BPBD diantaranya tenda, gergaji mesin, genset listrik, tandu untuk orang sakit, dan perlengkapan lainnya yang diperlukan dalam penangannan bencana. Semua peralatan dalam kondisi baik.
Kegiatan diakhiri dengan mengecek peralatan  dapur umum yang siap digerakkan dan dilaksanakan simulasi memasak untuk para pengungsi.
Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *